Tiket Weekday
Rp 2,000
Tiket Weekend
Rp 2,000
Operasional
06:30 - 17:00
Setiap Hari
Jamin Berkesan
Destinasi ini memenuhi standar kenyamanan Jaugja Kita.
candi banyunibo adalah candi buddha yang berada tidak jauh dari candi ratu boko yaitu di bagian sebelah timur dari kota yogyakarta ke arah kota wonosari candi ini terdiri atas satu candi induk yang menghadap ke barat dan enam candi perwara yang berbentuk stupa disusun berderet tiga candi perwara di sisi selatan dan tiga candi perwara di sisi timur candi induk lokasinya yang dikelilingi oleh persawahan menjadikan candi banyunibo sebagai salah satu alternatif tempat wisata yang wajib dikunjungi karena selain udara di sekitar candi yang masih alami pengunjung juga bisa mempelajari tentang kekayaan keyakinan manusia indonesia di masa lampau
candi buddha dari abad ke dengan arsitektur elegan cocok untuk wisata budaya dan fotografi sejarah
candi sewu adalah candi buddha yang dibangun pada abad ke masehi yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara candi prambanan candi sewu merupakan kompleks candi buddha terbesar kedua setelah candi borobudur di jawa tengah candi sewu berusia lebih tua daripada candi borobudur dan prambanan meskipun aslinya memiliki candi oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan sewu yang berarti seribu dalam bahasa jawa penamaan ini berdasarkan kisah legenda loro jonggrang
candi plaosan terletak di desa bugisan kecamatan prambanan kabupaten klaten kira kira km ke arah timur dari candi sewu candi ini merupakan sebuah kompleks bangunan kuno yang terbagi menjadi dua yaitu kompleks candi plaosan lor lor dalam bahasa jawa berarti utara dan kompleks candi plaosan kidul kidul dalam bahasa jawa berarti selatan pahatan yang terdapat di candi plaosan sangat halus dan rinci mirip dengan yang terdapat di candi borobudur candi sewu dan candi sari candi plaosan yang merupakan candi buddha ini oleh para ahli diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan rakai pikatan dari kerajaan mataram hindu yaitu pada awal abad ke m salah satu pakar yang mendukung pendapat itu adalah de casparis yang berpegang pada isi prasasti cri kahulunan m dalam prasasti tersebut dinyatakan bahwa candi plaosan lor dibangun oleh ratu sri kahulunan dengan dukungan suaminya menurut de casparis sri kahulunan adalah gelar pramodhawardani putri raja samarattungga dari wangsa syailendra sang putri yang memeluk agama buddha menikah dengan rakai pikatan dari wangsa sanjaya yang memeluk agama hindu